PESANTREN:MENCETAK
MANUSIA YANG BERKARAKTER
Pesantren
merupakan salah satu lembaga
pendidikan tertua di Indonesia,sebelum bangsa kita mengenal sekolah,pesantren
telah lebih dahulu hadir dan turut serta mencerdaskan kehidupan
bangsa.Pesantren lahir dengan memberikan teladan berupa tafaaqquh fiddin yang
merupakan visi dan misi pesantren sejak awal kehadirannya di bumi nusantara
ini.Muhaimin(2007)mengungkapkan bahwa tafaaquh fiddin yang diimplementasikan di
pesantren merupakan bentuk pendidikan yang dapat melahirkan pribadi yang
cerdas,memiliki peran-peran kemasyarakatan dengan menjaga dan memelihara
ketajaman rasa,kekuatan intusi serta kehalusan budi yang dipandu dengan
keimanan kepada Allah SWT.Konsep Tafaaqquh fiddin ini berkesesuaian dengan
tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak
mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang
demokratis,serta bertanggung jawab.
Dengan kata lain,jika mau melihat
miniatur pelaksanaan tujuan pendidikan nasional dapat dilihat dalam kehidupan
pesantren.Pengembangan potensi peserta didik terintegrasikan dengan pembiasaan
berakhlak mulia yang telah menjadi budaya keseharian para santri.Aktivitas
belajar santri tidak jauh beda dengan siswa di sekolah lainnya seperti
melaksanakan kegiatan belajar di kelas,mengikuti kegiatan ekstrakurikuler,dan
kegiatan pengembangan lainnya.Namun di pesantren terdapat nuansa yang berbeda
yang boleh jadi tidak ditemukan di lingkungan sekolah.Santri di pesantren
dibiasakan melaksanakan shalat berjamaah,mengaji bersama di masjid,shaum
sunat,hormat kepada guru dan orangtua,bertutur kata yang santun,menjaga
kebersihan,dan amanah pada tugas serta kewajiban santri serta pembiasaan
berakhlak mulia lainnya yang sudah mendarahdaging dengan kehidupan para santri
di pesantren.
Maraknya kasus tawuran antar siswa
sekolah dan masyarakat umum,seks bebas dikalangan pelajar dan sikap serta tutur
kata para pelajar yang kurang santun menjadi salah satu keprihatinan
nasional.Hal ini seolah menjadi indikasi bahwa pendidikan karakter di sekolah
perlu ditingkatkan lagi kualitas dan kuantitasnya.berbeda halnya dengan
pesantren,pendidikan karakter terintegrasikan dengan baik dalam kehidupan
sehari-hari,disiplin santri pondok diterapkan secara insten melalui mekanisme pembimbingan
para ustadz dan kyai pondok secara kontinu dan berkesinambungan.Oleh karena itu
pesantren ibarat rumah kedua bagi santri yang dapat memberikan keteduhan dan
kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran di Pesantren
Kombinasi antara
pelajaran kepesantrenan dengan materi pelajaran umum sebagaimana yang terdapat
dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan nasional,menjadikan para
santri di pondok pesantren memiliki pemahaman yang syumul mutakamil atau utuh
menyeluruh.Hal ini sesuai ajaran islam yang tidak membedakan ilmu umum dan ilmu
agama.Semua ilmu adalah milik Allah.Kriteria keterpujian suatu ilmu adalah
menjadikan manusia yang menuntut ilmu semakin dengan Allah SWT.
Tidak hanya
itu saja,dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa
Indonesia,pesantren berdiri paling depan dalam upaya menggagalkan upaya bangsa
asing yang akan menjajah bumi pertiwi ini.Menurut Kartodiharjo
(suryanegara,2009) ajaran kejuangan pasantren telah meniadakan rasa
etnoregional dan menjadikan islam menjadi simbol gerakan nasional.Dengan kata
lain pengaruh ajaran ulama telah mengubah jiwa sukuisme atau rasisme menjadi
rasa nasionalisme bangsa.
Ketika
dekadensi moral melanda bangsa Indonesia,pesantren menjadi garda terdepan dalam
mengembalikan moral bangsa menjadi lebih bermartabat.Kesejukan dan kesehajaan
pesantren dalam meniti kehidupan berbangsa dan bernegara udah seharusnya
dijadikan teladan oleh semua elemen bangsa.Jejak rekam sejarah pesantren yang
begitu melekat dengan perjuangan bangsa harus dijadikan semangat oleh kita
semua.Pendidikan pesantren kini telah menjadi bagian dari sistem pendidikan
nasional.Namun terkadang pesantren sering dipandang sebelah mata peran dan
fungsi strategisnya.
Apabila
sekarang banyak sekali sekolah yang diberikan identitas baru sebagai sekolah
berstandar nasional,internasional,sekolah berwawasan lingkungan,dan identitas
lainnya yang seolah-olah menjadi nilai jual sekolah tersebut dimasyarakat,maka
pesantren hadir dengan identitas yang melekat sejak awal kehadirannya sampai
sekarang sebagai sekolah berstandar dunia akhirat.

