Jumat, 27 Desember 2013



PESANTREN:MENCETAK MANUSIA YANG BERKARAKTER
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia,sebelum bangsa kita mengenal sekolah,pesantren telah lebih dahulu hadir dan turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.Pesantren lahir dengan memberikan teladan berupa tafaaqquh fiddin yang merupakan visi dan misi pesantren sejak awal kehadirannya di bumi nusantara ini.Muhaimin(2007)mengungkapkan bahwa tafaaquh fiddin yang diimplementasikan di pesantren merupakan bentuk pendidikan yang dapat melahirkan pribadi yang cerdas,memiliki peran-peran kemasyarakatan dengan menjaga dan memelihara ketajaman rasa,kekuatan intusi serta kehalusan budi yang dipandu dengan keimanan kepada Allah SWT.Konsep Tafaaqquh fiddin ini berkesesuaian dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis,serta bertanggung jawab.
Dengan kata lain,jika mau melihat miniatur pelaksanaan tujuan pendidikan nasional dapat dilihat dalam kehidupan pesantren.Pengembangan potensi peserta didik terintegrasikan dengan pembiasaan berakhlak mulia yang telah menjadi budaya keseharian para santri.Aktivitas belajar santri tidak jauh beda dengan siswa di sekolah lainnya seperti melaksanakan kegiatan belajar di kelas,mengikuti kegiatan ekstrakurikuler,dan kegiatan pengembangan lainnya.Namun di pesantren terdapat nuansa yang berbeda yang boleh jadi tidak ditemukan di lingkungan sekolah.Santri di pesantren dibiasakan melaksanakan shalat berjamaah,mengaji bersama di masjid,shaum sunat,hormat kepada guru dan orangtua,bertutur kata yang santun,menjaga kebersihan,dan amanah pada tugas serta kewajiban santri serta pembiasaan berakhlak mulia lainnya yang sudah mendarahdaging dengan kehidupan para santri di pesantren.
Maraknya kasus tawuran antar siswa sekolah dan masyarakat umum,seks bebas dikalangan pelajar dan sikap serta tutur kata para pelajar yang kurang santun menjadi salah satu keprihatinan nasional.Hal ini seolah menjadi indikasi bahwa pendidikan karakter di sekolah perlu ditingkatkan lagi kualitas dan kuantitasnya.berbeda halnya dengan pesantren,pendidikan karakter terintegrasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,disiplin santri pondok diterapkan secara insten melalui mekanisme pembimbingan para ustadz dan kyai pondok secara kontinu dan berkesinambungan.Oleh karena itu pesantren ibarat rumah kedua bagi santri yang dapat memberikan keteduhan dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran di Pesantren
Kombinasi antara pelajaran kepesantrenan dengan materi pelajaran umum sebagaimana yang terdapat dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan nasional,menjadikan para santri di pondok pesantren memiliki pemahaman yang syumul mutakamil atau utuh menyeluruh.Hal ini sesuai ajaran islam yang tidak membedakan ilmu umum dan ilmu agama.Semua ilmu adalah milik Allah.Kriteria keterpujian suatu ilmu adalah menjadikan manusia yang menuntut ilmu semakin dengan Allah SWT.
Tidak hanya itu saja,dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,pesantren berdiri paling depan dalam upaya menggagalkan upaya bangsa asing yang akan menjajah bumi pertiwi ini.Menurut Kartodiharjo (suryanegara,2009) ajaran kejuangan pasantren telah meniadakan rasa etnoregional dan menjadikan islam menjadi simbol gerakan nasional.Dengan kata lain pengaruh ajaran ulama telah mengubah jiwa sukuisme atau rasisme menjadi rasa nasionalisme bangsa.
Ketika dekadensi moral melanda bangsa Indonesia,pesantren menjadi garda terdepan dalam mengembalikan moral bangsa menjadi lebih bermartabat.Kesejukan dan kesehajaan pesantren dalam meniti kehidupan berbangsa dan bernegara udah seharusnya dijadikan teladan oleh semua elemen bangsa.Jejak rekam sejarah pesantren yang begitu melekat dengan perjuangan bangsa harus dijadikan semangat oleh kita semua.Pendidikan pesantren kini telah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional.Namun terkadang pesantren sering dipandang sebelah mata peran dan fungsi strategisnya.
Apabila sekarang banyak sekali sekolah yang diberikan identitas baru sebagai sekolah berstandar nasional,internasional,sekolah berwawasan lingkungan,dan identitas lainnya yang seolah-olah menjadi nilai jual sekolah tersebut dimasyarakat,maka pesantren hadir dengan identitas yang melekat sejak awal kehadirannya sampai sekarang sebagai sekolah berstandar dunia akhirat.
               
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar